Malaysia Berjanji Akan Melakukan Pembersihan Menyeluruh terhadap Pengadaan Militer di Tengah Penyelidikan Korupsi
KUALA LUMPUR, MALAYSIA — Kementerian Pertahanan Malaysia ( Mindef ) meluncurkan perombakan besar-besaran terhadap rencana anti-korupsi dan sistem pengadaan tahun ini. Tindakan tegas ini, yang diumumkan oleh Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, merupakan respons langsung terhadap investigasi korupsi tingkat tinggi baru-baru ini yang telah “merusak karakter personel” dan merusak kepercayaan publik terhadap angkatan bersenjata.
Tidak Ada Toleransi untuk Pelanggaran
Menteri Khaled Nordin menekankan kebijakan tanpa toleransi, memperingatkan bahwa siapa pun yang terbukti membahayakan keamanan nasional melalui korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan “harus siap kehilangan segalanya,” termasuk menghadapi pemecatan https://www.kabarmalaysia.com/ dari dinas. Ia menggambarkan korupsi sebagai “kanker” yang menyebabkan pemborosan dan inefisiensi, yang pada akhirnya mencegah negara memperoleh aset pertahanan berkualitas. Kementerian juga mengambil tindakan tegas terhadap “budaya hedonistik yang tidak bermoral” dan pelanggaran hak asasi manusia di kamp-kamp militer, dengan investigasi internal yang sedang berlangsung terhadap 21 personel Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF).
Reformasi Utama dalam Pengadaan dan Tata Kelola
Untuk memulihkan integritas, Kementerian Pertahanan akan menerapkan beberapa langkah kunci:
- Tinjauan Pengadaan: Semua proses tender dan pengadaan akan ditinjau dan ditingkatkan sesuai dengan praktik terbaik internasional untuk menghilangkan kebocoran dan penyalahgunaan kekuasaan.
- Pengawasan Independen: Sebuah dewan independen akan dibentuk untuk memperkuat integritas dan kepercayaan. Dewan ini, yang dipimpin oleh individu-individu independen yang berpengalaman, akan menyediakan saluran pengaduan yang bersifat rahasia, memastikan masalah ditangani secara internal tanpa politisasi eksternal.
- Digitalisasi dan AI: Kementerian akan memanfaatkan digitalisasi untuk mengurangi campur tangan manusia dalam proses, dan kecerdasan buatan (AI) untuk melacak alokasi, mengidentifikasi area risiko, dan menetapkan tolok ukur biaya, sehingga meningkatkan transparansi dan efisiensi.
- Disiplin yang Lebih Ketat: Penegakan peraturan dan tindakan disiplin akan diperketat secara ketat di seluruh Angkatan Bersenjata Malaysia (MAF).
Latar Belakang Skandal
Reformasi ini menyusul perluasan investigasi oleh Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC). Penyelidikan ini telah menyebabkan penangkapan mantan kepala angkatan darat, kedua istrinya, dan 17 direktur perusahaan yang diduga mengoperasikan kartel yang mengatur tender pengadaan militer. MACC menyita aset signifikan yang terkait dengan kasus tersebut, termasuk uang tunai yang diyakini terkait dengan dugaan suap.